KANG JALAL : KONFLIK SUNNI-SYIAH DI IRAK DISEBABKAN KEHADIRAN AS

KANG JALAL : KONFLIK SUNNI-SYIAH DI IRAK DISEBABKAN KEHADIRAN AS
Wawancara dengan : Ahmad Nurcholish/Syirah

Siang itu, langit
Jakarta terasa sangat menyengat. Tak hanya itu, kepulan asap kendaraan bermotor yang memadati lalu lintas
Jakarta semakin melengkapi kesemrawutan
kota metropolitan ini.

Namun, suasana itu hilang saat memasuki Pusat Studi Islam Paramadina di bilangan Pondok Indah Jakarta Selatan. Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc. sedang menyampaikan kuliah di depan mahasiswa Paramadina. Uraiannya yang tandas dengan basis pengetahuan yang luas membuat mahasiswa fokus mendengar ceramahnya.

Jalaluddin dikenal sebagai pakar komunikasi, pemuka agama dan pimpinan Jemaah Ahlul Bait. Ia lebih akrab disapa Kang Jalal. Sejumlah buku telah lahir dari tangannya. Di antaranya adalah Islam Aktual (Mizan Pustaka), Meraih Cinta Ilahi (Remaja Rosda Karya), Madrasah Ruhaniah (Mizan Pustaka), dan Memaknai Kematian (IIMAN).

Ketokohan dan pemikirannya dapat disejajarkan dengan almarhum Cak Nur dan Gus Dur. Bahkan, penulis buku Islam dan Pluralisme: Akhlaq Qur’an Menyikapi Perbedaan ini juga memantik kecaman dari kubu yang bersebrangan dengan gagasan-gagasannya.

Adian Husaini misalnya, dalam situs Hidayatullah.com, ia mengatakan: “Jalaluddin Rakhmat, memanipulasi ayat untuk mendukung gagasan Pluralisme Agama. Cara seperti ini sama saja dengan “menjual minyak babi bercap onta”,” kata anggota MUI ini.

Namun, pria yang
lahir di
Bandung , 29 Agustus 1949 ini tetap konsisten dengan keyakinan yang dipahaminya. Termasuk soal nikah mut’ah dan poligami. Baginya kedua hal tersebut dihalalkan oleh ajaran agama yang tidak seorang pun boleh mengharamkannya.

Usai mengajar di PSI Paramadina, Kamis (3/5) lalu ia langsung menuju mess IJABI di Jl. Puri Mutiara II/39 Jakarta Selatan untuk berbincang dengan Syir’ah.

Ditemani sepiring tempe goreng, sepiring tahu goreng, sepiring kacang atom, dan sepiring rempeyek kacang, kepada kontributor Syir’ah Ahmad Nurcholish, Kang Jalal berbicara panjang lebar seputar pertemuan Sunni-Syiah Istana Bogor awal April lalu, tentang Nikah Mut’ah yang sudah disalahgunakan, juga soal poligami yang belakangan ramai diperdebatkan. 6 orang pengurus IJABI turut pula menemani perbincangan akrab dan hangat siang itu. Berikut petikannya:

Read more…

No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: